Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Senja ku

Aku ingin mengadu pada senja
Tentang kisah dia yang membenci diriku
Aku ingin bercerita pada senja
Terkait segumpal darah yang membisu

Senjaku diujung waktu
Lihatlah mereka yang menertawakan langkahku
Senja
Hantarkan aku ke pulau kapuk yang jauh

Aku

Ini berawal dari seorang teman menanyakan apa sebenarnya yang aku inginkan. Ia berpendapat, aku adalah pribadi yang tertutup, jarang bergaul dengan sesama. Berkali-kali ia menanyakan tipe teman seperti apa yang aku ingin dekati. Pasnya, tipe apa yg bisa menjadi teman baikku.
Sebenarnya, aku tahu maksut perkataannya. Aku adalah orang yang tidak bisa berbagi kepada siapapun. Bahkan, terkadang sikapku menunjukkan antisosial, tidak mau bergaul dengan teman dan pilih-pilih dalam berteman.
Aku bukan tipe yang sulit diajak berbicara. Sekali sudah terbuka, ribuan kata akan meluncur tanpa henti, hingga pendengar jenuh dan kesal. Masalah yang aku punya, tak semua orang ku izinkan menjadi pendengar ku. Aku akan memilih yang aku sukai saja.
Aku tahu ini pribadi introvert. Aku tidak ingin mengubahnya, agar kalian tahu, susahnya mendapatkan aku ketika itu telah kau lepas

Berhenti

Ketika sepi datang carilah keramaian untuk menghilangkannya


Aku kan berhenti berharap kepadad siapaupun, kecuali Allah
Aku ingin memutuskan tali lama dan menggantinya dengan tali baru
Bolehkah?
Beritahu akku satu jalan untuk mencapainya
Entah aku disebut korban atau tersangka
Kali ini aku hanya ingin bernafas dengan lega
Aku sudah bosan menghakimi orang lain
Kapan aku bisa ikhlas menghakimi diri sendiri?

Sekali lagi, beri aku jalan!





berani menulis bukti berkarya

Mengulang Cerita lama

berani menulis bukti berkarya

Apakah senyumku terlihat dalam kegelapan cahaya? aku ingin kalian tahu, aku TERSENYUM. 


aku hanya ingin menjelaskan kembali apa yang engakau salah dalam mengerti. Ini bukan tetang perasaan yang lama terpendam dan tidak kesampaian. Jangan salah, ini bukan hari untuk itu. aku hanya akan menjelaskan sekali lagi apa arti getaran yang telah terjadi. bukan aku menjadi pengagum rahasia dengan catatan itu. kemarin, ketika pertanyaan itu muncul, aku tak bisa berkata akau punya. aku tak ingin ada kesalahan baru yang akan muncul dan memercikan dosa besar di dalam hati. mungkin, bukan denganmu, getaran itu milik yang lainnya. kuharap kau mengerti.

Aku dulu peenah

Aku pernah berharap menjadi dia dalam setiap tulisanmu. Menjadi rindu tempatmu pulang ketika lelah. Aku pernah sangat ingin hadir di balik jiwamu yang hangat. Di tempat kau meletakan satu kata yang bernama hati. Aku ingin, kotak itu hanya untuk aku seorang.  Menjadi ratu dan raja dalam dirimu.

Setelah ku ingat lagi, itu hanya inginku dulu. Aku memang pernah ingin, tapi bukan keinginan sekarang yang harus terwujud

Harapan

Semakin berjalan sekarang aku sadar semuanya akan bisa melalui proses
Entah itu proses panjang atau instan
Semakin ke ujung semakin terasa bagaimana hakiki dari kepercayaan
Mungkin sekedar hal sepele tak berarti bagi mereka yang tak membutuhkan
Asal dia tahu pondasi keteguhan berasal dari kata kecil bernama percaya
Satu dua sekarang lebih dari itu yang harus dipertanggung jawabkan
Entah bisa atau tidak aku berusaha untuk tidak mengecewakan
Itu

Aku letih

Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah. Bukan menyerah, tepatnya sedikit merasa letih. Bolehkah? Seharusnya tidak. Ini bukan pasar tempat tawar-menawar. Bukan karena merak kejam. Namun, harus ada harga pembayar kata komitmen. Berjuang dan terus belajar hingga titik yang dituju nampak dengan jelas. Bukan remang-remang, tapi jelas. Jelas hitam dengan putih yang ada

Lagi

Sekali lagi aku salah mengartikan
Mungkin ini sudah berkali-kali
Tapi aku selalu mencari pembenaran yang memberhentikan
Aku tak pernah ada menurutku
Aku belum hadir dalam fikirmu
aku masih bermain di dunia fantasi ku

Malam ini aku tahu
Cahaya bulan yang bicara kepadaku

Aku rindu satu dua tangga
Kembali ingin menepaki terjal samudra
Di bawah kata hitam dari hati

Aku rindu putaran roda
Saat malam bergulir di jalannya

Aku rindu
Dan aku hanya rindu

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...