Kepingan itu hilang lagi. rasanya makin berkurang dari hari ke hari. Entah kepada siapa pesan akan dikirimkan. Surat sudah menumpuk sejak ribuan tahun yang lalu. kemaren berkata tidak, karena saya tidak bisa berkata iya. ah, malasnya, sebal terhadap diri sendiri. Permainan ini persoalan hati. Entahlah, banyak yang buram. Semakin hari semakin sakit dan hilang rasa percaya diri. Ini akan beujuuke nistaan atau pada hal bahagia? Semalam semakin parah, luka kecil tergores ulang.
Sembunyi
Pertengkaran terjadi di dalam diri sendiri. Selayaknya ia tahu, bang dirinya tak dapat memiliki secara utuh. Sampai kapan pun. Sekali pun ia telah resmi menjadi pendamping hingga akhir. Pada dasarnya, ia akan menjadi milik ibunya. Bukan dirimu. Berlainan hal dengan dirimu yg akan menjadi miliknya. Seratus persen tanpa kurang satu bagian pun. Tiliklah, sekarang dimana posisi dia dan dirimu. Siapa dia bagimu dan siapa dirimu baginya. Dia punya umum, untuk sekarang itu saja. Jangan pernah berharap atau memikirkan akan merantai ya dengan belenggu keegoisan. Dirimu hanya pecinta yang tersembunyi
Rindu dan sepi
Kesepian dan kerinduan adalah dua sisi mata uang yang sama. Begitu kata Jostein Gaarder dalam putri Sirkus-nya. Aku percaya dan setuju. Ketika rindu itu datang, kesepian akan menyapa dengan lembut. Namun, mereka berjanji untuk berkunjung. Lihatlah rindu, ia berani menunjukkan diri secara terang-terangan, mengutip kata dalam kehidupan sehari-hari nya. Berbeda dengan kesepian. Datang dengan diam, duduk di sudut ruangan dengan tangan dan kaki terdekap. Kasihan sepi ini. Bukan ia tak ingin menampakkan diri, tapi hadirnya selalu dibenci
Merah
Aku tidak membutuhkan warna biru
Cukup hitam, merah, dan putih ini
Aku akan bersyukur dengan sepenuh hati
Menanti bersama ujung akhir
Kelas awal
Kelas mata kuliah umum Bahasa Indonesia.
Lucu, banyak kesalahan umum yang dimaafkan oleh masyarakat sendiri. Berbicara dengan bahasa sendiri memunculkan banyak cerita lucu. Padahal sudah lebih 13 tahun bahasa ini diperdengarkan ke telinga. Aneh, masih saja salah. Namun lebih mirisnya, kesalahan tersebut dimaafkan tanpa tanda bagai dimaklumi saja. Kasihan guru bahasa Indonesia, katanya. Berjuang untuk hal yang ditiadakan bersama.
Awal lagi
Ini tentang kisah lama yang akan berulang. Aku lupa bagian awal dan akhir yang memiliki klimaks mustahil. Pemeran utama susulan disiapkan dengan dandanan yang menawan. Akankah cerita akan berujung tragis??
Duka
Andai dapat ku kabarkan duka yang ada dalam relung hati ini. Aku hanya berandai agar ada yang mengerti. Urungkan lah. Akan ku urungkan karena ku tahu duka yang tersimpan bukan untuk dikabarkan pada angin malam
![]() |
| Yusuf Arifin, Redaktur Kolaborasi Kumparan. f/Istimewa |
Kesalahan
![]() |
| Anggap saja ini tempat yang disebut taman syurga di UIN Imam Bonjol Padang, Sumtra Barat. |
| Gebyar SKK Ganto UNP |
Ini cerita hampir setahun yang lalu. Mei menjadi saksi nyata tentang komintmen yang baru diukir di awal perjalanan. Berawal dari coba-coba semata, untuk mencari jati diri yang terpendam katanya. Tak pernah ukiran ini dikhususkan untuk memasuki pameran internasional. Hanya rasa penasaran yang membantu kaki melangkah dan menapaki jejak satu demi satu. Ingin mencari teman baru, kenalan baru, link atau apapun namanya untuk menyambung hidup di negeri orang yang nun jauh di rantau. Bahkan, dulu terbesit ini hanya menjadi tempat pelarian saja. sekedar tempat untuk alasan ketidakhadiran di kelompok yang menyebalkan. Namun sekarang beda, walaupun aku belum seutuhnya menemukan keaslian yang diincar di sini, aku akan tetap bertahan dan berkembang. Kata seorang teman, bertahan itu hal yang mungkin bisa dilakukan oleh orang umum, namun untuk berkembang, butuh kebijakan dan skill serta keyakinan. Entah ini stasiun yang lama untuk berhenti atau tidak, aku akan bertahan dan mencari apa yang hilang.
Mengulang Cerita lama
| Apakah senyumku terlihat dalam kegelapan cahaya? aku ingin kalian tahu, aku TERSENYUM. |
aku hanya ingin menjelaskan kembali apa yang engakau salah dalam mengerti. Ini bukan tetang perasaan yang lama terpendam dan tidak kesampaian. Jangan salah, ini bukan hari untuk itu. aku hanya akan menjelaskan sekali lagi apa arti getaran yang telah terjadi. bukan aku menjadi pengagum rahasia dengan catatan itu. kemarin, ketika pertanyaan itu muncul, aku tak bisa berkata akau punya. aku tak ingin ada kesalahan baru yang akan muncul dan memercikan dosa besar di dalam hati. mungkin, bukan denganmu, getaran itu milik yang lainnya. kuharap kau mengerti.
Seulah Kisah Aku
Aku dulu peenah
Aku pernah berharap menjadi dia dalam setiap tulisanmu. Menjadi rindu tempatmu pulang ketika lelah. Aku pernah sangat ingin hadir di balik jiwamu yang hangat. Di tempat kau meletakan satu kata yang bernama hati. Aku ingin, kotak itu hanya untuk aku seorang. Menjadi ratu dan raja dalam dirimu.
Setelah ku ingat lagi, itu hanya inginku dulu. Aku memang pernah ingin, tapi bukan keinginan sekarang yang harus terwujud
Suara yang Tak bersuara
| Jangan biarkan kenangan itu terhapus dengan air pantai yang tidak bersalah. tungggu saja akan kehening yang datang. |
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...

