Tidak hanya wartawan. Seharusnya semua mata harus jeli dalam menilai. Jangan pernah berat ke kiri atau ke kanan. Seharusnya imbang dan menunjukkan apa adanya. Sering kali, kita mendorong orang lain untuk menolong. Tapi, apa yang kita lakukan? Masih duduk santai di belakang meja. Manusia harus saling menasehati. Memang, aku pun setuju sekali. Sangat setuju. Tapi, tidak ada salahnya juga saling memperbaiki diri. Jika memang ingin membantu, silahkan angkat tangan dan ucapakan. "Ada saya, saya saja, saya mau." bagaimana??
Sisa
Sisa hari ini, ada satu dua kata yang masih terucap hingga tengah malam menjelma. Tak apa, itu akan menjadi teman mimpi pada malam ini. Biarkan saja, ia hanya akan bermain bebas dan tetap kembali pulang dengan aman. Tak usah cemas, biarkan saja
Awan
Akan ada awan yang jauh digapai namun dekat dengan letak mata. Ketika hidup berjumpa dengan fatamorgana, berusahalah terus untuk sadar dan yakinkan hati kecil itu hanya sementara. Bukan berarti tidak ada, hanya ia akan hilang bagai asap pembakaran dibawa angin kencang. Sentaklah diri dengan listrik 100 volt yang dirasa mampu menyadarkan dari mimpi
Tangis tertahan
Ya aku salah karena mengkritik kalian yang sedang marah. Tapi, hari ini belum kuat menerima balasan cercaan yang keras itu. Entah siapa yang benar, tapi aku masih begitu rapuh untuk tetap memasang telinga dan duduk diam di sini. Andaikan boleh air mata ini jatuh. Mungkin ia sudah berderai dari tadi
Meneriman
Satu kata baru yang aku pelajari hari ini, dari seorang teman yang kerap hadir sebagai guru. Kata menerima. Bukan berbicara seberapa tinggi pangkat yang akan kau sandang. Bukan pula seberapa banyak pujian yang melekat pada pundak kecil manusia. Hari ini berbincang tentang seberapa berani engkau menerima kegagalan yang tidak direncanakan. Ketika suatu hal terjadi diluar kendali, seberapa tabah engkau menerima dan tetap berjalan teguh di atasnya. Ketika cita tak tercapai, seberapa besar keinginan yang tertinggal untuk tetap melanjutkan nya dan menerima apapun hasil nanti.
Kata hari ini tentang menerima. Seberapa sanggup engkau bersanding dengan kalimat ini.
Terima kasih teman guru
Harapan
Semakin berjalan sekarang aku sadar semuanya akan bisa melalui proses
Entah itu proses panjang atau instan
Semakin ke ujung semakin terasa bagaimana hakiki dari kepercayaan
Mungkin sekedar hal sepele tak berarti bagi mereka yang tak membutuhkan
Asal dia tahu pondasi keteguhan berasal dari kata kecil bernama percaya
Satu dua sekarang lebih dari itu yang harus dipertanggung jawabkan
Entah bisa atau tidak aku berusaha untuk tidak mengecewakan
Itu
Dipermainkan rindu
Aku dipermainkan rindu dua kali. Bodohnya, masih dalam lingkaran hari yang sama dan suasana mata yang itu juga.
Dua mutiara
Tadi, dua mutiara itu telah terjatuh di atas birunya langit senja. Senja yang tak lagi memberikan cahaya keemasan kini tertutupi oleh dua rintikan kecil. Gundahnya sudah lepas dan tak terpaut lagi. Harus ia sudahi sampai di sini saja. Hari menjadi batas pasti untuk berhenti. Bukan berarti menyerah, hanya saja ini titik halter terakhir. Semangat dan terjangkau jika mampu. Proses akan memberikan jawaban yang dibutuhkan.
Aku letih
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah. Bukan menyerah, tepatnya sedikit merasa letih. Bolehkah? Seharusnya tidak. Ini bukan pasar tempat tawar-menawar. Bukan karena merak kejam. Namun, harus ada harga pembayar kata komitmen. Berjuang dan terus belajar hingga titik yang dituju nampak dengan jelas. Bukan remang-remang, tapi jelas. Jelas hitam dengan putih yang ada
Kawan
Kita berbagi 3 semester ini
Menempuh jalan yang panjang sempit dan berliku
Kadang marah sedih senang kesal
Pada diri sendiri orang lain dan mereka
Berjuta aspirasi bercuat ketika bertemu
Sisa 4 semester lagi
Kita harus bisa
Oke gengs?
Jendela
Dari jendela lantai 3
Tidak ada yang nyata
Jangan menangis hanya karena getaran kecil
Mendengkur lah jika marah
Kesal
Tingkah seseorang tidak pernah bisa ditebak. Ia baik, jika dilihat dari satu sisi. Tapi, tidak menutup kemungkinan ia akan berubah menjadi makhluk yang paling jijik dimatamu. Mungkin ini hanya halusinasi bagi pengagum yang kesepian. Ia hebat dengan segudang prestasi dan kesuksesan yang gemilang. Tak ada yang dapat menyangka, ia jadikan itu alasan untuk menekan ketidakmampuan seseorang. Kecewa. Mungkin kata kecewa pas diletakan di sini sekarang. Atau rasa kagum yang keterlaluan dan tidak berbalas. Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Semua khayalan berawal sendiri. Mungkin lagi, salah diri yang terlalu memujinya dan ketika ia salah diri tak mampu menerima. Tidak usah kaji siapa yang salah lagi. Cukup sampai di sini. Berhenti menanam bibit baru tanda kagum, suka atau apapun namanya itu. Ini harus jadi kali terakhirku.
Puisi
Aku tak berniat membuat puisi galau
Ketika porak poranda menghantam negeri
Mereka mengais sampah mencari rezeki
Atau mengasah minta nasi
Aku tak berniat membuat puisi cinta
Saat cinta itu tak pernah ada
Walaupun hanya sebatas luka
Tapi ia tak pernah ada
Aku tak berniat berlama-lama
Biar berhenti sampai di sini
Ucapkan saja selamat tinggal
Lalu pergi
Dia
Ya, kepalaku memang sakit
Mungkin karena rintik hujan yang datang tadi malam
Tak perlu dijelaskan rasa ngilu ini
Rinai malam tadi tahu bagaimana perihnya
Ini ngilu yang mana?
Malam ini ada dua ngilu
Anggap saja dua ngilu yang berbeda
Tak tahu mana yang lebih pedih
Karena rinai malam atau dia
Lagi
Sekali lagi aku salah mengartikan
Mungkin ini sudah berkali-kali
Tapi aku selalu mencari pembenaran yang memberhentikan
Aku tak pernah ada menurutku
Aku belum hadir dalam fikirmu
aku masih bermain di dunia fantasi ku
Malam ini aku tahu
Cahaya bulan yang bicara kepadaku
Penonton
Aku hanya seorang penonton
Memang boleh menghina
Boleh mencaci dan memaki
Bahkan aku boleh mengganti sinetron yang ada
Tapi aku lupa satu hal
Aku tak bisa merubah alur cerita
Mengganti pemeran sampingan menjadi utama
Aku hanya pengamatan yang bebas
Seharusnya aku sadar
Xx
Kembali aku kaji kata mampu
Mengulas sedikit dengan perhatian
Apa penyebab ia hadir dalam ucapan
Ia aku mampu karena mampu
Bolehkan aku mampu saat aku tidak mampu?
Lagi tiga
Aku memulai sekali lagi
Perjalanan panjang dengan hati
Aku salah
Seharusnya aku pergi pulang
Meringkuk di balik kandang
Tak sengaja aku mengulang
Sebenarnya tak pernah aku terbayang kenangan ini
Aku ingin memekik ringkih
Karena aku lemah sendiri
Ah... Seharusnya aku pergi pulang
Lihatlah sekarang, aku bingung di pertengahan malam
Masih berkutat dengan gigi
Mencari arti kata mati
Uni
Ia tidak banyak. Hanya dua dari empat. Beranjak dewasa bersama, meski pernah terpisah dua tiga kali. Ia tidak kecil. Berukuran sedang jika dibanding. Pergi bermain berdua, meski kadang pulang sendiri
Air terjun
Terkadang mengikuti aliran sungai itu sakit. Banyak batu yang siap menghadang. Terjatuh dari ketinggian tebing. Banyak mata memandang senang, kita air mengalir jatuh. Semakin tinggi tebing yang terhampar, semakin keras sorakan ramai. Mereka hanya tahu air terjun itu indah. Terjatuh dengan damai mengalir ke bawah. Adakah yang merasakan sakit jatuh sang air?
Kata
| f/istimewa |
berani menulis bukti berkarya
Malam kemaren
![]() |
| f/istimewa |
berani menulis bukti berkarya
Tanya
berani menulis bukti berkarya
Kembali
Kecanduan Smartphone
f/ Istimewa
Dewasa ini, masyarakat dimanjakan oleh smartphone yang bermacam-macam kegunaannya. Hampir semua kegiatan dapat dilakukan dengan smartphone. Daya tarik yang ditawarkan oleh smartphone memang sangat memikat penggunanya. Smartphone dapat membuat penggunanya mampu duduk berjam-jam tanpa mempedulikan sekitarnya. Smartphone pun dapat menjadi alat yang bermanfaat atau justru merugikan, tergantung kepada tiap-tiap orang bagaimana cara mereka memanfaatkannya.
Dikutip dari IndonesiaStudent.com, David Wood, sebagai seorang Wakil Presiden dari Eksekutif PT Symbian mengungkapkan bahwa smartphone adalah suatu jenis ponsel atau Hp cerdas yang dapat dibedakan dengan jenis alat telekomunikasi biasanya, yakni bagaimana proses pembuatannya dan proses penggunaannya. Dapatlah dikatakan bahwa smartphone merupakan komputer dengan ukuran kecil yang juga memiliki kemampuan sebuah telepon.
Smartphone saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan lagi dari kehidupan masyarakat. Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur smartphone selalu di dalam gengggaman. Bahkan, banyak orang mengaku lebih baik tak membawa dompet dari pada tak membawa smartphone lantaran sudah ketagihan dengan smartphone.
Saat berada di sekolah, kantor, kampus, pasar, kendaraan umum ataupun di mana saja kita pasti akan melihat orang memegang samrtphone. Kapan saja kita selalu tidak mau ketinggalan memainkan smartphone kita.
Dalam dunia anak-anak, sangat banyak kegunaan smartphone dalam membantu keseharian mereka. Belajar, berkomunikasi, dan bermain bisa dilakukan di smartphone. Ada banyak anak yang paham dan mampu memanfaatkan dengan baik smartphone guna membantu mempermudah pekerjaannya. Contohnya, aplikasi Al-quran tersedia dengan mudah untuk digunakan di mana pun anak berada.
Melalui smartphone pun anak-anak bisa mencari tugas yang sulit. Beberapa anak bahkan belajar secaara otodidak melalui smartphone. Malahan ada pula yang dapat memanfaatkannya untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Di sisi lainnya ternyata tidak sedikit anak yang justru salah dalam memanfaatkannya, mereka akhirnya menjadi pecandu smartphone. Sangat disayangkan, di balik kecanggihan smartphone dalam membantu aktifitas anak-anak sekarang ini, tersimpan dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan fisik maupun psikis anak.
Dampak fisik tersebut antara lain, Computer Vision Syndrome (CVS) atau penglihatan menjadi terganggu yang di akibatkan karena sering melihat layar smartphone, sakit kepala yang diakibatkan karena posisi leher yang salah dan tegang pada mata, Pandangan kabur (Blurry Vision) yang dikarenakan tegangnya otot mata yang tidak mampu fokus lagi pada jarak yang berbeda dan bisa mengakibatkan terjadinya rabun jauh, Timbulnya gangguan pendengaran akibat terlalu lama meggunakan speaker, dan kelainan postur tubuh arthritis serta penyakit degeneratif lainnya yang banyak di temui pada usia 40-50 tahun.
Sedangkan para pecandu smartphone juga akan merasakan dampak psikis, seperti, tidak ingin lepas dari smartphone, terganggu waktu tidur, mengurangi produktifitas, merusak otak, sulit tidur dan merusak hubngan sosial.
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...


