Tingkah seseorang tidak pernah bisa ditebak. Ia baik, jika dilihat dari satu sisi. Tapi, tidak menutup kemungkinan ia akan berubah menjadi makhluk yang paling jijik dimatamu. Mungkin ini hanya halusinasi bagi pengagum yang kesepian. Ia hebat dengan segudang prestasi dan kesuksesan yang gemilang. Tak ada yang dapat menyangka, ia jadikan itu alasan untuk menekan ketidakmampuan seseorang. Kecewa. Mungkin kata kecewa pas diletakan di sini sekarang. Atau rasa kagum yang keterlaluan dan tidak berbalas. Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Semua khayalan berawal sendiri. Mungkin lagi, salah diri yang terlalu memujinya dan ketika ia salah diri tak mampu menerima. Tidak usah kaji siapa yang salah lagi. Cukup sampai di sini. Berhenti menanam bibit baru tanda kagum, suka atau apapun namanya itu. Ini harus jadi kali terakhirku.
Tampilkan postingan dengan label khayalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khayalan. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...