Ini berawal dari seorang teman menanyakan apa sebenarnya yang aku inginkan. Ia berpendapat, aku adalah pribadi yang tertutup, jarang bergaul dengan sesama. Berkali-kali ia menanyakan tipe teman seperti apa yang aku ingin dekati. Pasnya, tipe apa yg bisa menjadi teman baikku.
Sebenarnya, aku tahu maksut perkataannya. Aku adalah orang yang tidak bisa berbagi kepada siapapun. Bahkan, terkadang sikapku menunjukkan antisosial, tidak mau bergaul dengan teman dan pilih-pilih dalam berteman.
Aku bukan tipe yang sulit diajak berbicara. Sekali sudah terbuka, ribuan kata akan meluncur tanpa henti, hingga pendengar jenuh dan kesal. Masalah yang aku punya, tak semua orang ku izinkan menjadi pendengar ku. Aku akan memilih yang aku sukai saja.
Aku tahu ini pribadi introvert. Aku tidak ingin mengubahnya, agar kalian tahu, susahnya mendapatkan aku ketika itu telah kau lepas
Aku
Singa Kecil
| f/Istimewa |
Berhenti
![]() |
| Ketika sepi datang carilah keramaian untuk menghilangkannya |
berani menulis bukti berkarya
Mereka
Ini kembali ke kisah aku, kamu dan mereka. Tapi, kisah kali ini kamu bukan spesial seperti dukun kamu sama dengan mereka. Yang akan melengkapi satu tambah satu yang kita punya. Sekarang itu saja. Selamat malam
Kucing Keramat
| f/ Istimewa |
berani menulis bukti berkarya
Sore ini di sini
Ini tentang menunggu tanggung jawab. Bukan perihal saya, dia, kamu, dan mereka. Tapi siapa yang ingin bergelut dengan kebenaran? Setelah lempar-melempar menjadi hal yang lumrah untuk sekedar dimaafkan. itu kata mereka, saya setuju dan tidak. Menghitung jerih dan keringat yang keluar. Membandingkan satu dengan yang lainnya. Saya di atas dan kamu di bawah tergeletak lesu, katanya. Dia tidak melihat peluh yang keluar dari ujung saku terkoyak.
Selesai
Sahabat sebelah mengatakan, aku bukan takut jatuh cinta, Tapi takut patah hati, karena itu aku menutup hati.
Belakangan ini aku telah membuka sedikit celah. Ku izin kan rasa itu masuk secara perlahan. Aku yakin, pada saat itu, aku akan merasakan hal terbaik dari dia yang kini hilang. Aku mempercayai dia akan menghilangkan rasa takut pada diriku. Salah, dia hanya mengingatkan ku akan ketakutan itu harus ada. Tidak ada hiburan dan tawar-menawar. Kini aku akan menutup hati, tanpa terkecuali pada siapapun. Tidak, dia, dia, dan kamu.
Hari ini
Dulu, kita juga sering kayak gitu. Saling komen status, sekedar sapa kabar, saling menyemangati, berbagi kisah hari ini. Aku sempat terbang dan tak ingin kembali ke bumi. Namun, sekarang kita sudah jauh. Bahkan untuk sekedar tanya kabar tidak pernah lagi. Tapi kini aku tahu, kau berlaku seperti itu tidak hanya padaku seorang. Aku mendapat kabar yang sama dari dia. Aku hanya terlalu berharap kepada seseorang yang belum tentu siapa dia untuk ku. Hal yang dulu kita lakukan kini berganti menjadi hal yang sekarang kau lakukan dengan dia. Untuk waktu yg lebih panjang, ku rasa akan ada dia kedua, ketiga dan seterusnya. Sekarang aku tahu dan berhenti. Selamat tinggal
Prasangka
Aku tidak akan berprasangka lagi. Entah itu baik atau buruk. Mungkin memang harus bertahan agar rindu itu tahu posisi dan hilang selamanya. Ini bukan perihal satu dua hari, masih panjang jalan yang harus ditempuh. Takkan bisa dilalui jika sendiri. Aku butuh dia, kamu, dan mereka. Prasangka buruk itu harus hilang. Tapi, untuk kalian itu terserah. Aku hanya bisa tersenyum
catatan ketika aku GALAU
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...
