| f/ Istimewa |
Aku tidak mencintainya. Aku
tidak menyukainya. Aku juga tidak mengaguminya. Saat itu, aku hanya melihatnya
sebagai kucing kecil yang terlantar. Aku memang memberinya rangkulan hangat
yang kalian artikan sebagai kekasih. Tapi, bukan itu maksudku. Hanya sebagai
penolong yang mencoba membuat ia tetap hidup.
Kalian, yang biasa
menyebut diri pribumi, menganggap aku mencuri kucing kecil keramat itu. Padahal,
aku hanya menolong kucing kecil yang kakinya terluka di pinggir jalan. Tak lebih
dari itu. Kalian mengencam kata penjara kepadaku jika aku tak mengaku. Pencurian
itu tidak pernah terjadi. Pada dasarnya, aku tak sengaja menemuinya.
Aku tidak keberatan
mengembalikan kucing kecil keramat itu. Namun, aku sangat tidak suka dengan
tudingan yang kalian berikan. Tingkah kalian membuat kucing itu takut kepadaku.
Bahkan, sekarang kucing yang dulu tinggal bersamaku itu lari ketakutan jika
mendengar langkah kakiku baru memasuki ruangan.
Terima kasih pribumi. Ini
balasan setelah aku merawat kucing keramat kalian
berani menulis bukti berkarya