Tampilkan postingan dengan label sekarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekarang. Tampilkan semua postingan

Ambisi

Aku menemukan ambisiku dulu pada dirimu yang sekarang. Ia berapi-api bergejolak siap melahap ilalang kering kerontang di Padang rumput. Bukan cuma satu, beribu bahkan berjuta gagasan muncul dan siap melompat keluar bagai harimau melihat anak kancil. Ah, itu ambisiku dulu. Kini ia telah hilang tersesat dalam hutan ketakutan.

Aku ingin bertanya. Apakah ambisiku sekarang akan seperti ambisiku sekarang?
Siapakah yang bisa menjawab tentang ambisi ini?

Aku letih

Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah. Bukan menyerah, tepatnya sedikit merasa letih. Bolehkah? Seharusnya tidak. Ini bukan pasar tempat tawar-menawar. Bukan karena merak kejam. Namun, harus ada harga pembayar kata komitmen. Berjuang dan terus belajar hingga titik yang dituju nampak dengan jelas. Bukan remang-remang, tapi jelas. Jelas hitam dengan putih yang ada

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...