Suara yang Tak bersuara

Jangan biarkan kenangan itu terhapus dengan air pantai yang tidak bersalah. tungggu saja akan kehening yang datang.




Aku berbohong. Getaran itu sebenarya ada. Lebih dari apa yang bisa disuarakan. Jangan tanya kapan ia muncul. Apa lagi seberapa besar percikan api yang akan berkobar. Lebih, sangat lebih dari apa yang ada. Bukan hanya ketika berdua saja. Keramaian pun membawa angan ke mimpi nun jauh di sana. Sekali, dua kali, bahkan berkali-kali ia muncul dan hinggap. Tapi, aku berusaha membuang sejauh-jauhnya. Mengatas nama kan keluarga yang membawa semua kestabilan menuju ke alam nyata. Bukan kali ini, sudah ku katakan berkali-kali. Entah ketika berbohong itu baik atau tidak. Aku hanya mencoba mencari titik aman untuk melirik dan menyadarkan diri untuk sementara. Aku tidak marah dengan ucapanmu yang menyakitkan itu. Sungguh, aku tidak marah. Andai engkau tahu, aku sangat berterima kasih, namun tidak sampai meluncurkan kata itu keluar. Maaf, sekali lagi maaf. Kata ini tertuju pada Allah yang seharusnya ku pertimbangkan dalam setiap pertimbangan. Biarkan suara yang tak dapat disuarakan itu menjelma menjadi tulisan yang dapat dibaca ini. Ini rahasia antara tinta dan kertas saja.



berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...