Aku akan mulai menyusun
tangga yang pernah jatuh itu. Mengukir kembali dengan pena sisa yang telah
habis dikikis peruncing tajam. Awalnya, ku sangka kepercayaan akan habis sampai
di sini saja. Sudah cukup dengan semua dusta yang telah ada. Tapi, kali ini aku
salah dalam menerka hujan yang akan turun. Ini ketiga kalinya akau memikul
beban yang susah, namun pasti bisa ku kerjakan dengan kemampuan yang akan
semakin terasah. Entah pantas atau tidak, aku tak lagi ingin berfikir itu. Sekarang
ini ranahku, jangan kalian jamah dengan sembarang tanpa izin penuh dariku. Bukan
aku ingin menjadi raja di atas raja, hanya saja agar kalian tahu siapa aku yang
sebenaranya. Agar batas yang buram itu makin terlihat dengan mata telanjang. Aku
si mata dua akan berdiri dengan tiang kepercayaan kalian., maka bantu akau agar
bertahan dalam terpaan badai yang menghadang.
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...