Penonton

Aku hanya seorang penonton
Memang boleh menghina
Boleh mencaci dan memaki
Bahkan aku boleh mengganti sinetron yang ada

Tapi aku lupa satu hal
Aku tak bisa merubah alur cerita
Mengganti pemeran sampingan menjadi utama
Aku hanya pengamatan yang bebas
Seharusnya aku sadar

Xx

Kembali aku kaji kata mampu
Mengulas sedikit dengan perhatian
Apa penyebab ia hadir dalam ucapan

Ia aku mampu karena mampu
Bolehkan aku mampu saat aku tidak mampu?

Lagi tiga

Aku memulai sekali lagi
Perjalanan panjang dengan hati
Aku salah
Seharusnya aku pergi pulang
Meringkuk di balik kandang

Tak sengaja aku mengulang
Sebenarnya tak pernah aku terbayang kenangan ini
Aku ingin memekik ringkih
Karena aku lemah sendiri

Ah... Seharusnya aku pergi pulang
Lihatlah sekarang, aku bingung di pertengahan malam
Masih berkutat dengan gigi
Mencari arti kata mati

Aku rindu satu dua tangga
Kembali ingin menepaki terjal samudra
Di bawah kata hitam dari hati

Aku rindu putaran roda
Saat malam bergulir di jalannya

Aku rindu
Dan aku hanya rindu

Baca

Saya hanya mencoba membaca... Apa yang saya temukan adalah pengetahuan

Uni

Ia tidak banyak. Hanya dua dari empat. Beranjak dewasa bersama, meski pernah terpisah dua tiga kali. Ia tidak kecil. Berukuran sedang jika dibanding. Pergi bermain berdua, meski kadang pulang sendiri

Air terjun

Terkadang mengikuti aliran sungai itu sakit. Banyak batu yang siap menghadang. Terjatuh dari ketinggian tebing. Banyak mata memandang senang, kita air mengalir jatuh. Semakin tinggi tebing yang terhampar, semakin keras sorakan ramai. Mereka hanya tahu air terjun itu indah. Terjatuh dengan damai mengalir ke bawah. Adakah yang merasakan sakit jatuh sang air?

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...