Puisi

Aku tak berniat membuat puisi galau
Ketika porak poranda menghantam negeri
Mereka mengais sampah mencari rezeki
Atau mengasah minta nasi

Aku tak berniat membuat puisi cinta
Saat cinta itu tak pernah ada
Walaupun hanya sebatas luka
Tapi ia tak pernah ada

Aku tak berniat berlama-lama
Biar berhenti sampai di sini
Ucapkan saja selamat tinggal
Lalu pergi

Dia

Ya, kepalaku memang sakit
Mungkin karena rintik hujan yang datang tadi malam
Tak perlu dijelaskan rasa ngilu ini
Rinai malam tadi tahu bagaimana perihnya
Ini ngilu yang mana?
Malam ini ada dua ngilu
Anggap saja dua ngilu yang berbeda
Tak tahu mana yang lebih pedih
Karena rinai malam atau dia

Lagi

Sekali lagi aku salah mengartikan
Mungkin ini sudah berkali-kali
Tapi aku selalu mencari pembenaran yang memberhentikan
Aku tak pernah ada menurutku
Aku belum hadir dalam fikirmu
aku masih bermain di dunia fantasi ku

Malam ini aku tahu
Cahaya bulan yang bicara kepadaku

Penonton

Aku hanya seorang penonton
Memang boleh menghina
Boleh mencaci dan memaki
Bahkan aku boleh mengganti sinetron yang ada

Tapi aku lupa satu hal
Aku tak bisa merubah alur cerita
Mengganti pemeran sampingan menjadi utama
Aku hanya pengamatan yang bebas
Seharusnya aku sadar

Xx

Kembali aku kaji kata mampu
Mengulas sedikit dengan perhatian
Apa penyebab ia hadir dalam ucapan

Ia aku mampu karena mampu
Bolehkan aku mampu saat aku tidak mampu?

Lagi tiga

Aku memulai sekali lagi
Perjalanan panjang dengan hati
Aku salah
Seharusnya aku pergi pulang
Meringkuk di balik kandang

Tak sengaja aku mengulang
Sebenarnya tak pernah aku terbayang kenangan ini
Aku ingin memekik ringkih
Karena aku lemah sendiri

Ah... Seharusnya aku pergi pulang
Lihatlah sekarang, aku bingung di pertengahan malam
Masih berkutat dengan gigi
Mencari arti kata mati

Aku rindu satu dua tangga
Kembali ingin menepaki terjal samudra
Di bawah kata hitam dari hati

Aku rindu putaran roda
Saat malam bergulir di jalannya

Aku rindu
Dan aku hanya rindu

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...