Ya aku salah karena mengkritik kalian yang sedang marah. Tapi, hari ini belum kuat menerima balasan cercaan yang keras itu. Entah siapa yang benar, tapi aku masih begitu rapuh untuk tetap memasang telinga dan duduk diam di sini. Andaikan boleh air mata ini jatuh. Mungkin ia sudah berderai dari tadi
Meneriman
Satu kata baru yang aku pelajari hari ini, dari seorang teman yang kerap hadir sebagai guru. Kata menerima. Bukan berbicara seberapa tinggi pangkat yang akan kau sandang. Bukan pula seberapa banyak pujian yang melekat pada pundak kecil manusia. Hari ini berbincang tentang seberapa berani engkau menerima kegagalan yang tidak direncanakan. Ketika suatu hal terjadi diluar kendali, seberapa tabah engkau menerima dan tetap berjalan teguh di atasnya. Ketika cita tak tercapai, seberapa besar keinginan yang tertinggal untuk tetap melanjutkan nya dan menerima apapun hasil nanti.
Kata hari ini tentang menerima. Seberapa sanggup engkau bersanding dengan kalimat ini.
Terima kasih teman guru
Harapan
Semakin berjalan sekarang aku sadar semuanya akan bisa melalui proses
Entah itu proses panjang atau instan
Semakin ke ujung semakin terasa bagaimana hakiki dari kepercayaan
Mungkin sekedar hal sepele tak berarti bagi mereka yang tak membutuhkan
Asal dia tahu pondasi keteguhan berasal dari kata kecil bernama percaya
Satu dua sekarang lebih dari itu yang harus dipertanggung jawabkan
Entah bisa atau tidak aku berusaha untuk tidak mengecewakan
Itu
Dipermainkan rindu
Aku dipermainkan rindu dua kali. Bodohnya, masih dalam lingkaran hari yang sama dan suasana mata yang itu juga.
Dua mutiara
Tadi, dua mutiara itu telah terjatuh di atas birunya langit senja. Senja yang tak lagi memberikan cahaya keemasan kini tertutupi oleh dua rintikan kecil. Gundahnya sudah lepas dan tak terpaut lagi. Harus ia sudahi sampai di sini saja. Hari menjadi batas pasti untuk berhenti. Bukan berarti menyerah, hanya saja ini titik halter terakhir. Semangat dan terjangkau jika mampu. Proses akan memberikan jawaban yang dibutuhkan.
Aku letih
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah. Bukan menyerah, tepatnya sedikit merasa letih. Bolehkah? Seharusnya tidak. Ini bukan pasar tempat tawar-menawar. Bukan karena merak kejam. Namun, harus ada harga pembayar kata komitmen. Berjuang dan terus belajar hingga titik yang dituju nampak dengan jelas. Bukan remang-remang, tapi jelas. Jelas hitam dengan putih yang ada
Kawan
Kita berbagi 3 semester ini
Menempuh jalan yang panjang sempit dan berliku
Kadang marah sedih senang kesal
Pada diri sendiri orang lain dan mereka
Berjuta aspirasi bercuat ketika bertemu
Sisa 4 semester lagi
Kita harus bisa
Oke gengs?
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...