Aku akan tetap menunggu dengan memperbaiki diri. Menjaga hati ini susah, terlebih ketika godaan berdiri di depan mata.
Aku hanya akan diam dan memperbaiki diri. Entah itu untuk kamu, kamu, atau kamu yang lainnya.
Terima kasih telah mengingatkan
Aku akan tetap menunggu dengan memperbaiki diri. Menjaga hati ini susah, terlebih ketika godaan berdiri di depan mata.
Aku hanya akan diam dan memperbaiki diri. Entah itu untuk kamu, kamu, atau kamu yang lainnya.
Terima kasih telah mengingatkan
Dia adalah laki-laki bernama teman. Katanya lumayan bijak jika ditanya. Satu hal yang sangat ku kagumi padanya, ia tidak akan berkata tidak jika itu melukai.
Ini berawal dari seorang teman menanyakan apa sebenarnya yang aku inginkan. Ia berpendapat, aku adalah pribadi yang tertutup, jarang bergaul dengan sesama. Berkali-kali ia menanyakan tipe teman seperti apa yang aku ingin dekati. Pasnya, tipe apa yg bisa menjadi teman baikku.
Sebenarnya, aku tahu maksut perkataannya. Aku adalah orang yang tidak bisa berbagi kepada siapapun. Bahkan, terkadang sikapku menunjukkan antisosial, tidak mau bergaul dengan teman dan pilih-pilih dalam berteman.
Aku bukan tipe yang sulit diajak berbicara. Sekali sudah terbuka, ribuan kata akan meluncur tanpa henti, hingga pendengar jenuh dan kesal. Masalah yang aku punya, tak semua orang ku izinkan menjadi pendengar ku. Aku akan memilih yang aku sukai saja.
Aku tahu ini pribadi introvert. Aku tidak ingin mengubahnya, agar kalian tahu, susahnya mendapatkan aku ketika itu telah kau lepas
| f/Istimewa |
![]() |
| Ketika sepi datang carilah keramaian untuk menghilangkannya |
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...