Suatu hal yang mahal tidak bisa dibeli dengan uang. Kepercayaan. Semakin lama aku merasa hal itu hilang dari diriku. Entah bagaimana caranya agar ia datang dan menghujani ku lagi. Aku rindu aku yang dulu. Yang diberi banyak kepercayaan dan semangat. Aku sekarang hanya sebutir debu yang menumpang terbang pada angin
Puisi mu
Kini aku tahu kepastian dari puisi mu selama ini. Sedih memang, tapi itu pilihanmu untuk menentukan kepada siapa puisi itu berlabuh. Sakit tidak, karena sejatinya aku tahu itu bukan aku. Selamat saja untuk wanita penerima puisi mu. Ia berhasil melumpuhkan hati dan pikiran mu.
Malam kemaren
Biarlah ini jadi satu dari perjalanan panjang seperti hari-hari kemaren. Yang tidak ada menghadirkan rasa apa lagi cinta.
Biarlah ini jadi satu dari perjalanan panjang seperti hari-hari sebelumnya. Yang kosong tanpa bicara antara kita.
Biarlah ini jadi satu dari perjalanan panjang seperti hari-hari kemaren. Menjadi cerita mati ditemani angin penjemput subuh
Kamu
Aku akan tetap menunggu dengan memperbaiki diri. Menjaga hati ini susah, terlebih ketika godaan berdiri di depan mata.
Aku hanya akan diam dan memperbaiki diri. Entah itu untuk kamu, kamu, atau kamu yang lainnya.
Terima kasih telah mengingatkan
Teman
Dia adalah laki-laki bernama teman. Katanya lumayan bijak jika ditanya. Satu hal yang sangat ku kagumi padanya, ia tidak akan berkata tidak jika itu melukai.
Hujan 2
berani menulis bukti berkarya
Kesendirian
20:54
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...
-
Berhenti lelah. Sekarang bukan saatnya bermanja-manja. Ini sulit. Ya sangat Suli. Belum lebih dari 7 hari dalam seminggu, aku sudah menyerah...
-
Hujan sore ini membawa pulang kenangan kemaren Segores luka kembali terbuka Menganga lebar Hai hujan sore ini Kenapa engkau baw...
-
Entah namanya serakah atau serapah Belum genap 6 bulan Bahkan kartu merah belum ditangan Resah Lelah Ah, sudah lah Pandemi lari ia berhambur...