Sesal

Ini adalah pelajaran
Karenanya aku tidak akan mengulang atau mencoba hal ini lagi
Malu
Iya, aku sangat malu
Pada diriku, dia dan Allah
Aku ingin mencari mesin waktu
Kembali ke masa awal aku akan memulainya
Ingin terhindar dan berbalik
Sehingga sesal yang panjang tidak terjadi

Nasihat untuk kalian yang belum mencoba
Tidak semua hal harus disesapi
tidak semua perkara harus diselesaikan dengan cara pintas
Pikirkan dulu kalian kaum muda
Agar hilang sesal dan sesak di dalam jiwa

Karena ini adalah perkara tentang bersama
Bukan hanya kamu dan dia saja
Tapi juga kami dan mereka
Jangan sampai hati ternodai
Karena cara singkat dan licik yang dilalui

Bukittinggi
16 Mei 2018

Penyampaian informasi

Seharusnya kalian tahu, saya bukan penyelenggara acara. Pengunduran, pembatalan, dan pelaksanaan acara saya tidak tahu jelasnya. Saya hanya penyampai kabar sepotong agar bisa engkau teruskan dan lengkapkan. Tolong, jangan terlalu banyak menuntut apalagi mencaci seolah saya adalah panitia acara. Tanya saja mereka, kenapa ada kelalaian. Karena aku hanya penyampai sepotong informasi

Kemenangan

Aku akan berpegang pada kata 'Mari menuju Kemenangan' yang dilandaskan lima kali sehari. Aku akan percaya itu dengan segenap hati. Hingga perubahan akan terlihat dan dapat dirasakan.

Welcome back

Aku sudah lama berhenti membuat kata-kata galau. Berhenti menjadi penyair yang merangkai satu dua kata yang tercecer. Ah, tapi ini tidak lama. Hari ini mulai lagi dan berawal. Welcome back saja. Dan nikmati apa yang akan terjadi

Lagi

Sampai sekarang air mata itu masih keluar
Entah karena sakit lama atau pengetahuan baru
Ia masih mengalir
Menjemput duka yang kian mendalam dan perih
Hai sedih, pulanglah

Ambisi

Aku menemukan ambisiku dulu pada dirimu yang sekarang. Ia berapi-api bergejolak siap melahap ilalang kering kerontang di Padang rumput. Bukan cuma satu, beribu bahkan berjuta gagasan muncul dan siap melompat keluar bagai harimau melihat anak kancil. Ah, itu ambisiku dulu. Kini ia telah hilang tersesat dalam hutan ketakutan.

Aku ingin bertanya. Apakah ambisiku sekarang akan seperti ambisiku sekarang?
Siapakah yang bisa menjawab tentang ambisi ini?

Memerlukan matamu

Aku memerlukan matamu
Bukan sekedar meminta kata cantik untuk bajuku
Atau sekedar menilai manis topi baruku

Aku memerlukan matamu
Yang dapat menjelaskan padaku perkara salah yang aku kerjakan
Rinci dari atas hingga bawah

Aku memerlukan matamu
Yang akan membenarkan salah
Namun hati tidak luka mendengar nasihat kasar

Kemaren, nanti, dan besok
Aku memerlukan matamu

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...