Aku menjejaki kota kabut itu lagi
Bertemu semilir angin dingin
Dan kabut yang semakin tinggi
Aku ingin lebih lama berada di sini
Bermain bersama lelah mengelilingi tiga gunung penjaga Padang panjang
Aku menjejaki kota kabut itu lagi
Bertemu semilir angin dingin
Dan kabut yang semakin tinggi
Aku ingin lebih lama berada di sini
Bermain bersama lelah mengelilingi tiga gunung penjaga Padang panjang
Aku ingin mengadu pada senja
Tentang kisah dia yang membenci diriku
Aku ingin bercerita pada senja
Terkait segumpal darah yang membisu
Senjaku diujung waktu
Lihatlah mereka yang menertawakan langkahku
Senja
Hantarkan aku ke pulau kapuk yang jauh
Ini adalah pelajaran
Karenanya aku tidak akan mengulang atau mencoba hal ini lagi
Malu
Iya, aku sangat malu
Pada diriku, dia dan Allah
Aku ingin mencari mesin waktu
Kembali ke masa awal aku akan memulainya
Ingin terhindar dan berbalik
Sehingga sesal yang panjang tidak terjadi
Nasihat untuk kalian yang belum mencoba
Tidak semua hal harus disesapi
tidak semua perkara harus diselesaikan dengan cara pintas
Pikirkan dulu kalian kaum muda
Agar hilang sesal dan sesak di dalam jiwa
Karena ini adalah perkara tentang bersama
Bukan hanya kamu dan dia saja
Tapi juga kami dan mereka
Jangan sampai hati ternodai
Karena cara singkat dan licik yang dilalui
Bukittinggi
16 Mei 2018
Seharusnya kalian tahu, saya bukan penyelenggara acara. Pengunduran, pembatalan, dan pelaksanaan acara saya tidak tahu jelasnya. Saya hanya penyampai kabar sepotong agar bisa engkau teruskan dan lengkapkan. Tolong, jangan terlalu banyak menuntut apalagi mencaci seolah saya adalah panitia acara. Tanya saja mereka, kenapa ada kelalaian. Karena aku hanya penyampai sepotong informasi
Aku akan berpegang pada kata 'Mari menuju Kemenangan' yang dilandaskan lima kali sehari. Aku akan percaya itu dengan segenap hati. Hingga perubahan akan terlihat dan dapat dirasakan.
Aku sudah lama berhenti membuat kata-kata galau. Berhenti menjadi penyair yang merangkai satu dua kata yang tercecer. Ah, tapi ini tidak lama. Hari ini mulai lagi dan berawal. Welcome back saja. Dan nikmati apa yang akan terjadi
Sampai sekarang air mata itu masih keluar
Entah karena sakit lama atau pengetahuan baru
Ia masih mengalir
Menjemput duka yang kian mendalam dan perih
Hai sedih, pulanglah
berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...