berani menu

lis bukti berkarya



Untuk bertahan 
manusia rela menjatuhkan dan menginjak

Untuk bertahan
Manusia bertindak bagai pahlawan dibalik topeng penjajah

Untuk bertahan
Manusia bisa makan tulang kawan


Miriam
Untuk sekedar bertahan
Manusia lupa hakikat 

Kenangan

berani menulis bukti berkarya


Sebenarnya dunia itu lias, kejam dan kelam
Ia bercerita tentang luka Dan suka
Mereka yang merasa apa itu cinta
Iya, semua Ada lihat saja 
Dan buka mara

Pilihan mu Ada sekarang
Bergabung atau menghilang


berani menulis bukti berkarya


aku yang lebih memahami
arti kata dalam kuaci

haha

aku yang lebih dahulu mengenal
aku yang lebih dahulu menyukai
aku yang lebih dahulu mencintai

dan
 aku yang lebih dahulu tersakiti

bangsat

Ternyata rumah tangga itu rumit
Sempit

Aku kagum pada mereka
Pasangan tanpa anak
Hidup romantics berdua
Menikmati senja sambil tertawa

Sejauh dulu, itu yang ku lihat

Tapi semua palsu
lelaki bangsat rupanya dia
Malam ia menjadi rubah
Pemeras air mata mempelai wanita

Miris
Tingkah lelaki bejat
Ia Tak tahu sedih Luka istri yang dulu ia bilang cinta

Dasar bedebah

Maaf aku terlalu banyak menyumpah

Heran

Meminta adalah Hal yang lazim
Mengemis adalah Hal yang lumrah
Heran
Padahal ia cukup
Tidak cacat
Hanya tidak berkerja
Dan itu semua dimaklumkan, dibiarkan
Ia menyiksa nya dalam diam, sssst

Sebentar
Aku penonton
Aku melihat

Ia kata 'biasa, anggap saja tolong menolong'
Kasihan

Habis sudah
Tapi katanya ia Tak dapat apa-apa
Berlanjut,
Entah berhenti sekarang, Lusa, atau 

serapah

Entah namanya serakah atau serapah
Belum genap 6 bulan
Bahkan kartu merah belum ditangan
Resah
Lelah
Ah, sudah lah
Pandemi lari ia berhamburan
Satu datang Satu nya lagi keteteran
Lucu,
Ia serakah 
Sama halnya dengan monyet merah


kerja

Setelah difikir berulang-ulang, siapa yang gak mau kuliah cepat tamat? Siapa yang gak mau cepat dapat kerjaan yang diimpikan?
Hampir semua insane mau. Mau banget.
Tapi, in real gak semuanya bisa dapatkan itu. Kadang kala, jalan yang ditempuh berliku, tikungan tajam, berduri, jauh Dan lainnya. 
Kesal? Iya. Marah? Iya. Mau nangis? Iya. Tapi, apa masalahnya selesai? Belum.
Seharusnya peebanyak sabar, ikhtiar, tawakal.
Rezeki sudah diatur. Kita gak bisa mengambil punya orang begitu sebaliknya. Jangan kawatir, takut, Dan cemas. Perbanyak doa Dan usaha ya gaisss

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...