![]() |
| f/Istimewa kesidahan ku adalah kesedihan yang tak beralasan |
Kini aku sadar sia-sia itu benar adanya.
Terlebih setelah anganku terbang terlalu jauh. Hingga lupa bagaimana rasa
menginjak tanah. Salahkah angan ini? siapa yang harus aku salahkan? Ini bukan
salah dia yang menjadi permaisuri dalam diam. Apa yang dia lakukan tidak salah
sama sekali. Karena ia bermain dalam hidupnya dan berdiri atas dirinya.
Aku ingin menangis hingga
berteriak. Berteriak kepada alam dan dinding yang putih. Lihatlah diriku yang
diam dan takut menghadapi luka lama. Ah, sedihnya. Bukan, ini pasal menyedihkan
akan ketakutan. Menyedihkan ketika cinta hanya bertepuk sebelah tangan dan
hilang dalam diam.
Jika ia hilang tak masalah. Yang menjadi
perkara adalah bias luka yang semakin menganga tanpa arah dan bergerak bebas
seperti partikel. Aku menemukan kata baru, partikel luka yang bergerak bebas
dalam relung hati kecil dan gelap. Tiap benturan terasa sakit dan pilu. Sampai sekarang
masih sakit dan pilu.
%2B8.jpg)