Ah sungguh disayangkan. Kukuk
ayam telah berbunyi. Para hamba Allah telah menjelajahi bumi subuh sedari tadi.
Tapi sayang, engkau yang mengaku salah satu hamba-Nya, masih terlelap dalam
buaian mimpimu. Entah engkau sadar atau tidak, sedari tadi telah banyak manusia
yang bangun dari tidurnya hanya untuk bertemu pujaan hatinya subuh ini.
Kumandang adzan telah
bersaut-saut dari tadi. Tak terhitung ajakan solat pada dirimu. Tapi engkau
masih terlelap dalam tidurmu. Ku yakin engkau tahu pasti mengerti arti panggilan
subuh ini. tak perlu ku gurui engkau pasal ini. Ku ingat-ingat lagi, dulu
engkau pernah berkata bahwa engkau rindu bertemu-Nya. Engkau cinta dan ingin
berbalas kasih dengan-Nya.
Saat itu, aku benar-benar
berharap engkau paham dengan maksut kata-katamu. Namun aku salah, kepahamanmu
tak sempurna akan kata itu. Apakah mungkin engkau khilaf?. Apakah dibenarkan
jika kita khilaf setiap hari?. Ah entahlah, ku hanya berharap engkau segera
sadar akan statusmu sebagai hamba-Nya. Engkau mengetahui kewajibanmu kepadanya.
