Hamba Subuh



Ah sungguh disayangkan. Kukuk ayam telah berbunyi. Para hamba Allah telah menjelajahi bumi subuh sedari tadi. Tapi sayang, engkau yang mengaku salah satu hamba-Nya, masih terlelap dalam buaian mimpimu. Entah engkau sadar atau tidak, sedari tadi telah banyak manusia yang bangun dari tidurnya hanya untuk bertemu pujaan hatinya subuh ini.
Kumandang adzan telah bersaut-saut dari tadi. Tak terhitung ajakan solat pada dirimu. Tapi engkau masih terlelap dalam tidurmu. Ku yakin engkau tahu pasti mengerti arti panggilan subuh ini. tak perlu ku gurui engkau pasal ini. Ku ingat-ingat lagi, dulu engkau pernah berkata bahwa engkau rindu bertemu-Nya. Engkau cinta dan ingin berbalas kasih dengan-Nya.
Saat itu, aku benar-benar berharap engkau paham dengan maksut kata-katamu. Namun aku salah, kepahamanmu tak sempurna akan kata itu. Apakah mungkin engkau khilaf?. Apakah dibenarkan jika kita khilaf setiap hari?. Ah entahlah, ku hanya berharap engkau segera sadar akan statusmu sebagai hamba-Nya. Engkau mengetahui kewajibanmu kepadanya.

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...