Singa Kecil

Image result for kartun singa
f/Istimewa


Tidak peduli tentang orang di sekitar
Atau  bagaimana cara dunia ini berkerja
Menunggu bertanya
Pertanyaan yang akan diajukan orang dewasa
Keingintahuan mengenai dunia
Kesedihan kebahagiaan orang di sekeliling
Beri waktu lagi menunggu dewasa

Berhenti

Ketika sepi datang carilah keramaian untuk menghilangkannya


Aku kan berhenti berharap kepadad siapaupun, kecuali Allah
Aku ingin memutuskan tali lama dan menggantinya dengan tali baru
Bolehkah?
Beritahu akku satu jalan untuk mencapainya
Entah aku disebut korban atau tersangka
Kali ini aku hanya ingin bernafas dengan lega
Aku sudah bosan menghakimi orang lain
Kapan aku bisa ikhlas menghakimi diri sendiri?

Sekali lagi, beri aku jalan!





berani menulis bukti berkarya

Mereka

Ini kembali ke kisah aku, kamu dan mereka. Tapi, kisah kali ini kamu bukan spesial seperti dukun kamu sama dengan mereka. Yang akan melengkapi satu tambah satu yang kita punya. Sekarang itu saja. Selamat malam

Kucing Keramat


Image result for karikatur kucing
f/ Istimewa



Aku tidak mencintainya. Aku tidak menyukainya. Aku juga tidak mengaguminya. Saat itu, aku hanya melihatnya sebagai kucing kecil yang terlantar. Aku memang memberinya rangkulan hangat yang kalian artikan sebagai kekasih. Tapi, bukan itu maksudku. Hanya sebagai penolong yang mencoba membuat ia tetap hidup.

Kalian, yang biasa menyebut diri pribumi, menganggap aku mencuri kucing kecil keramat itu. Padahal, aku hanya menolong kucing kecil yang kakinya terluka di pinggir jalan. Tak lebih dari itu. Kalian mengencam kata penjara kepadaku jika aku tak mengaku. Pencurian itu tidak pernah terjadi. Pada dasarnya, aku tak sengaja menemuinya.

Aku tidak keberatan mengembalikan kucing kecil keramat itu. Namun, aku sangat tidak suka dengan tudingan yang kalian berikan. Tingkah kalian membuat kucing itu takut kepadaku. Bahkan, sekarang kucing yang dulu tinggal bersamaku itu lari ketakutan jika mendengar langkah kakiku baru memasuki ruangan.

Terima kasih pribumi. Ini balasan setelah aku merawat kucing keramat kalian


berani menulis bukti berkarya

Sore ini di sini

Ini tentang menunggu tanggung jawab. Bukan perihal saya, dia, kamu, dan mereka. Tapi siapa yang ingin bergelut dengan kebenaran? Setelah lempar-melempar menjadi hal yang lumrah untuk sekedar dimaafkan. itu kata mereka, saya setuju dan tidak. Menghitung jerih dan keringat yang keluar. Membandingkan satu dengan yang lainnya. Saya di atas dan kamu di bawah tergeletak lesu, katanya. Dia tidak melihat peluh yang keluar dari ujung saku terkoyak.

Selesai

Sahabat sebelah mengatakan, aku bukan takut jatuh cinta, Tapi takut patah hati, karena itu aku menutup hati.

Belakangan ini aku telah membuka sedikit celah. Ku izin kan rasa itu masuk secara perlahan. Aku yakin, pada saat itu, aku akan merasakan hal terbaik dari dia yang kini hilang. Aku mempercayai dia akan menghilangkan rasa takut pada diriku. Salah, dia hanya mengingatkan ku akan ketakutan itu harus ada. Tidak ada hiburan dan tawar-menawar. Kini aku akan menutup hati, tanpa terkecuali pada siapapun. Tidak, dia, dia, dan kamu.

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...