mungilku






Hai mungil, pagi ini aku bertemu lagi dengan senyummu. Apa kabar mungilku?. Aku rindu mendengar celoteh bibir kecilmu. Kadang pertemuan kita diwarnai pertengkaran lucu. Engkau dengan bibir kecilmu selalu berargumen seolah-olah benar. Namun, katamu tak pernah ku jadikan dendam.
Seolah menyalahkan dirimu, aku juga merasa benar jika di depanmu. Kusadari, kadang kala kataku menusuk hati lembutmu. Walaupun bertemu denganmu dipenuhi pertengkaran, aku selalu merindukan momen ini. cekcok yang dibumbui canda tawa ini, tak akan pernah bisa ku lupakan.
Mungilku, andai engkau tahu. Aku telah menantikan pertemuan denganmu ini dari jauh hari. Bahkan malam tadi, mataku tak sanggup tertutup karena membayangkan pertemuan kita. Ah, rindunya. Terlepas sudah rinduku.
Mungilku, mungkin aku hanya satu dari sekian teman yang hadir di hidupmu. Tapi, aku ingin menjadi teman spesial bagimu. Pertama bertemu, aku terkesima dengan tawa bibir kecilmu. Kepribadianmu unik, begitu bagiku. Tawamu lepas tanpa beban. Ah, mungilku engkau sangat lucu.

Aku bertemu dengan mungilku setelah lama rindu.

Halalbihalal secara “Online”



                                           
Jaringan Online Sebagai Pemanjang Tangan




Tidak semua halalbihalal bisa dilakukan dengan tatap muka. Jika keluarga atau teman jauh, maka saya akan menggunakan jaringan online terutama media sosial sebagai pemanjang tangan saya. Keluarga dan teman akan saya kirimkan pesan pendek melalui Whatsapp, Facebook dan lain-lain. Namun, terkadang tidak cukup dengan pesan singkat maka saya akan mengirimkan mereka pesan video.

Jaringan online terutama media sosial, dapat dijadikan wadah untuk  mempererat tali silaturahmi. Kesibukan dan jarak yang jauh bisa merenggangkan hubungan kita dengan keluarga ataupun teman. Namun dengan adanya jaringan online, keluarga atau teman yang berada jauh dari kita akan terasa dekat. Untuk pemakaiannyapun tidak memerlukan waktu yang lama sehingga mudah dan praktis.

Oleh karena itu, jaringan online terutama media sosial akan mempererat hubungan. Menurut saya, halalbihalal bisa dilakukan dengan cara apapun, melawati media apapun dan bagaimanapun caranya.


Penjual Kue Talam di Malam Hari oleh Dwi Agustini





Selagi pekerjaan itu halal, saya akan melakukannya demi keluarga. Itu lah sepenggal kalimat penguat bagi Salmaniah, seseorang penjual kue talam di malam hari.

“Kue..talam..kue..talam,” teriakan penjual kue talam ini memecah sunyi malam dingin, Jumat (9/6). Salmaniah (54), seseorang ibu rumah tangga yang menjual kue talam di selingkungan Air Tawar Barat. Uniknya, Salmaniah menjual kue talam ini pada malam hari. Kira-kira pukul 21.00 WIB, ia baru memulai mengais rezekinya.

Ibu dari 5 orang anak ini, menanggung semua kebutuhan keluarganya seorang diri. Tidak hanya biaya hidupnya, Salmaniah juga mengurus ibunya yang sudah tua. Walaupun memiliki 5 orang anak, Salmaniah tidak bisa bergantung hidup pada anak-anaknya. “Anak saya 5, tapi saya tetap harus mencari uang sendiri untuk hidup,” ungkapnya.

Tidak hanya ibunya, Salmaniah juga harus mengurus salah satu anaknya yang mengalami gangguan jiwa.  Anak-anak salimah yang lainnya, ada yang hidup di Kota Padang, namun sayang Salimah tidak bisa mengandalkannya untuk bertahan hidup.

Berjualan menembus dingin malam, terpaksa dilakukannya karena pada siang hari ia harus megurus ibu dan anaknya. Salmaniah mengungkapkan bahwa untuk berjualan pada malam hari, biasanya ia mulai mempersiapkan dari jam 16.00 WIB. “Mulai dari mengukur kelapa hingga selesai kira-kira pukul 19.30,” tambahnya.

Berjualan dari jam 21.00 WIB hingga 02.00 WIB biasanya pendapatan yang didapat Salimah perharinya tidak menentu. Kadang, ia hanya mendapat Rp100.000,-. Bahkan pernah semalaman ia berjualan uang pendapatannya tidak lebih dari Rp20.000,-.

Namun, pekerjaan ini disyukuri oleh Salmaniah. Bagi Salmaniah, apapun perkerjaan itu yang penting halal tidak masalah baginya. “Selagi pekerjaan itu halal, Saya akan melakukannya demi keluarga,” tutupnya, Jumat (9/6).

Berharap





Selasa, 13 Juni 2017


Berharap adalah fitrah manusia. Namun sayang, kadang harapan ini berlabuh pada tempat yang tak semestinya. Memang tidak salah jika mengharapkan sesuatu, tapi andaikan ia tahu hakikat berharap itu sendiri. Andaikan ia tahu kemana mestinya harapan ini di tancapkan.

Jika berharap kepada manusia, maka jangan salahkan siapapun ketika ia mengecewakan. Hakikatnya, ia tak pernah mengecewakan. Hanya saja harapan ini terlalu jauh terbang ke atas. Kadang harapan terlalu jauh berlari dari kenyataan. Kadang ia tak melihat bagaimana realita kehidupan sekarang.

Mulai dari sekarang, jika engkau ingin berharap, maka hanya kepada-Nya lah harapanmu tertanam. Jika engkau mengharapkan sesuatu pada manusia, jangan lah berlebih dan terima jika itu bukan yang engkau harapkan.

#latepost
#takpeduli
#bukansalahnya
#hanay ingin
#lebihdipedulikan



  Keraguan yang Datang Tiba-Tiba



Ketika penyesalan akan pilihan ini datang silih berganti. Berbagai alasan hadir untuk menyerah. Sebenarnya aku tak ingin melepaskan ini semua, tapi sangat rapuh diri untuk bertahan. Aku di sini masih mencari seribu alasan lain untuk bertahan. Masih mencari celah cahaya masuk.  Tak ingin lepas namun susah bertahan.

Pemenang adalah yang bertahan, slogan itu terasa hambar sekarang. Bukan karena kata itu kurang bijak, tapi memang hati ini tak bisa kupaksa mengiyakannya. Kadang letih itu hadir dengan sendirinya. Tanpa kerja rodi ataupun kerja romusha yang biasa dilakukan orang dulu. Bernapas pun terasa sangat payah dalam atmosfer ini.

Ingin berhenti sampai di sini. Sangat ingin ku berhenti. Tapi semua pengorbananku selama ini akan terbuang sia-sia. Langkah tak bisa kutarik ke belakang. Jalanan kelam menunggu jika tak aku lanjutkan. Sayang, langkah kaki berat untuk maju.

Sampai detik ini, aku masih mencari alasan untuk bertahan. Mungkin akan ku temukan ia di balik layar ini atau mungkin ia terselip dalam halaman buku. Di mana pun ia berada, aku berharap menemukannya secepat mungkin.

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...