Penjual Kue Talam di Malam Hari oleh Dwi Agustini





Selagi pekerjaan itu halal, saya akan melakukannya demi keluarga. Itu lah sepenggal kalimat penguat bagi Salmaniah, seseorang penjual kue talam di malam hari.

“Kue..talam..kue..talam,” teriakan penjual kue talam ini memecah sunyi malam dingin, Jumat (9/6). Salmaniah (54), seseorang ibu rumah tangga yang menjual kue talam di selingkungan Air Tawar Barat. Uniknya, Salmaniah menjual kue talam ini pada malam hari. Kira-kira pukul 21.00 WIB, ia baru memulai mengais rezekinya.

Ibu dari 5 orang anak ini, menanggung semua kebutuhan keluarganya seorang diri. Tidak hanya biaya hidupnya, Salmaniah juga mengurus ibunya yang sudah tua. Walaupun memiliki 5 orang anak, Salmaniah tidak bisa bergantung hidup pada anak-anaknya. “Anak saya 5, tapi saya tetap harus mencari uang sendiri untuk hidup,” ungkapnya.

Tidak hanya ibunya, Salmaniah juga harus mengurus salah satu anaknya yang mengalami gangguan jiwa.  Anak-anak salimah yang lainnya, ada yang hidup di Kota Padang, namun sayang Salimah tidak bisa mengandalkannya untuk bertahan hidup.

Berjualan menembus dingin malam, terpaksa dilakukannya karena pada siang hari ia harus megurus ibu dan anaknya. Salmaniah mengungkapkan bahwa untuk berjualan pada malam hari, biasanya ia mulai mempersiapkan dari jam 16.00 WIB. “Mulai dari mengukur kelapa hingga selesai kira-kira pukul 19.30,” tambahnya.

Berjualan dari jam 21.00 WIB hingga 02.00 WIB biasanya pendapatan yang didapat Salimah perharinya tidak menentu. Kadang, ia hanya mendapat Rp100.000,-. Bahkan pernah semalaman ia berjualan uang pendapatannya tidak lebih dari Rp20.000,-.

Namun, pekerjaan ini disyukuri oleh Salmaniah. Bagi Salmaniah, apapun perkerjaan itu yang penting halal tidak masalah baginya. “Selagi pekerjaan itu halal, Saya akan melakukannya demi keluarga,” tutupnya, Jumat (9/6).

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...