Keraguan yang Datang Tiba-Tiba



Ketika penyesalan akan pilihan ini datang silih berganti. Berbagai alasan hadir untuk menyerah. Sebenarnya aku tak ingin melepaskan ini semua, tapi sangat rapuh diri untuk bertahan. Aku di sini masih mencari seribu alasan lain untuk bertahan. Masih mencari celah cahaya masuk.  Tak ingin lepas namun susah bertahan.

Pemenang adalah yang bertahan, slogan itu terasa hambar sekarang. Bukan karena kata itu kurang bijak, tapi memang hati ini tak bisa kupaksa mengiyakannya. Kadang letih itu hadir dengan sendirinya. Tanpa kerja rodi ataupun kerja romusha yang biasa dilakukan orang dulu. Bernapas pun terasa sangat payah dalam atmosfer ini.

Ingin berhenti sampai di sini. Sangat ingin ku berhenti. Tapi semua pengorbananku selama ini akan terbuang sia-sia. Langkah tak bisa kutarik ke belakang. Jalanan kelam menunggu jika tak aku lanjutkan. Sayang, langkah kaki berat untuk maju.

Sampai detik ini, aku masih mencari alasan untuk bertahan. Mungkin akan ku temukan ia di balik layar ini atau mungkin ia terselip dalam halaman buku. Di mana pun ia berada, aku berharap menemukannya secepat mungkin.

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...