Ancaman Narkoba



 f : istimewa

Indonesia merupakan salah satu negara yang manjadikan Narkoba sebagai barang yang tidak dibenarkan untuk beredar di negara ini. Sehingga bagi siapa saja baik itu warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang kedapatan berhubungan dengan  pengguna, pengedar, atau bahkan hanya sekedar kurir narkoba di wilayah hukum Indonesia, maka pihak kepolisian akan segera menindak tegas mereka tanpa memandang latar belakangnya.
Dikutip dari jurnal, Lydia (2006;5) menyatakan bahwa narkoba adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan. Jika diminum, diisap, dihirup, ditelan atau disuntikkan, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan saraf pusat), dan sering menyebabkan ketergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Demikian pula fungsi vital organ tubuh lain. (jantung, peredaran darah, pernapasan, dan lain-lain).
Sebagian diantara kita baru mengetahui jenis narkoba yang sangat popular di Indonesia seperti ganja, putaw atau sabu-sabu. Padahal jenis-jenis narkoba baru ada banyak sekali di dunia. Mirisnya, peredaran narkoba tersebut sudah masuk di Indonesia. Dikarenakan permintaan dari bandar besar narkoba Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan narkoba makin membludak di Indonesia. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu daftar pengguna narkoba tertinggi di dunia.
Badan Narkotika Nasional (BNN) memastikan narkoba jenis baru flakka sudah masuk dan beredar di Indonesia. Kepala BNN Komjen Budi Waseso menegaskan kepastian tersebut berdasarkan hasil temuan di laboratorium. 800 narkotika jenis baru memang tengah menyerang dunia. Dari jumlah 800 narkotika jenis baru itu, 65 di antaranya sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. (kompas.com)
Tidak hanya flakka, ada berbagai macam narkotika jenis baru lainnya telah beredar di Indonesia. Misalnya saja, narkotika CC4 yang memiliki efek sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan inex atau pil ekstasi yang biasa dikonsumsi dengan resep dokter. Kini CC4 dapat dengan mudah dimiliki pecandu narkoba di Indonesia. Masih ada banyak jenis narkotika seperti, Super Power Synthetic Marijuana, Nutmeg, Bromo Dragonfly, Rimonabant, Etorphine, Super Heroin, Oxycontin Oxycodone, Magic Mushroom, Krokodil, dan lainnya sebagai zat yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup kita yang telah beredar bebas di Indonesia.
Salah satu contoh kasus di Indonesia baru-baru ini adalah peredaran narkoba jenis baru yakni tembakau ganesa yang sudah masuk di Kota Bitung, Sulawesi Utara. diperoleh informasi penting terkait peredaran tembakau ganesa. Polisi menemukan beberapa paket tembakau ganesa di kamar salah seorang pemuda. Selain bukti yang ditemukan di kamar tersangka, petugas juga memperoleh bukti lain yaitu satu lembar resi pengiriman barang dari JNE Yogyakarta ke Manado. Pengedaran ini menggunakan perusahaan pengiriman resmi dan pemesanan via online.
Tidak hanya itu, dilansir dari detiknews, penyebaran narkoba di Indonesia kini juga melalui jalur legal dan ilegal. Ada 17 legal entry point di Bandara, ada 39 legal entry point di pelabuhan, itu pun akan selalu dicoba sindikat untuk menyelundupkan berbagai cara Selasa,(10/3/2015).
Kecanggihan pelaku kejahatan narkoba dewasa ini tak bisa dianggap enteng. Mereka dengan jelinya kerap memanfaatkan celah-celah pintu masuk yang kurang pengawasan oleh pihak berwajib. Terutama jika narkoba yang diselundupkan cukup banyak. Pengedaran narkoba kini tidak dilakukan secara diam-diam ataupun melalui lembaga tertutup saja. Pengedar narkoba kini berani mengedarkan langsung melalui situs resmi.
Bahkan secara terang terangan mengedarkannya melalui situs online seperti kasus yang beredar beberapa minggu terakir. Seorang oknum menjual narkoba melalui media sosial instagram. Beruntung, polisi dapat meringkus pengedar tersebut.
Masuknya berbagai macam narkoba baru ke Indonesia membuat tingkat kewaspadaan kita harus lebih siaga. Pasalnya, jenis narkoba yang banyak ini tidak membuat mereka sulit untuk dimiliki pecandu narkoba. Tidak hanya pecandu saja, bahkan berbagai cara yang dilakukan penjual untuk memikat masyarakat umum mengkonsumsi narkoba sekarang semakin meningkat.
Semakin mudah akses narkoba di Indonesia membuat masyarakat harus melakukan koordinasi dengan ormawa dan pemerintahan setempat untuk mencegah narkoba karena untuk mencegah narkotika tidak bisa dari satu sisi saja. Melaporkan ke pihak yang berwajib jika menemukan pengguna, pengedar, atau bahkan hanya sekedar kurir narkotika.
Jika peredaran narkoba di Indonesia tidak dicegah maka akan sangat mengancam generasi penerus bangsa ini. Bayangkan saja jika narkoba merajai kehidupan sehari-hari. Berbagai masalah akan bermuculan. Masyarakat akan sibuk dengan dunia khayalnya saja dan melupakan kehidupan nyata.  Pertengkaran karena kesalah pahaman akan sering ditemui.
Beberapa dari masyarakat sekarang lebih memilih menghindar bahkan mendiamkan para pengguna, pengedar, atau bahkan hanya sekedar kurir narkotika yang diketahuinya. Berargumen tak ingin ambil pusing, menjadikan mudahnya narkotika berkembang tanpa pencegahan yang tegas dari masyarakat. Masyarakat menutup telinga dan mata mereka berarti mereka membantu narkoba untuk merusak Indonesia.
Lambat atau cepat, narkoba akan menghancurkan hidup sang pemujanya. Memisahkan dirinya dari keluarga, kekasih, teman, dan orang-orang yang selalu mengasihinya. Jangan sampai narkoba merampas hidup kita, keluarga ataupun teman yang kita cintai. Narkoba dapat menjadikan sisa hidup kita tak berarti bahkan menjadi beban orang lain.
Perang terhadap narkoba membutuhkan kebijakan dan tindakan yang sangat tegas. Jangan sampai perkembangan jenis narkoba mengalahkan kita karena kelalaian. Bertambahnya jenis narkoba membuat ancaman perang menjadi lebih sengit lagi.
Ingatlah selalu, seorang pecandu narkotika hanyalah pecundang dan pesakitan yang tak berani untuk menghadapi kenyataan hidup.

Awan






Ketika awan bebas terbang mengitari langit, ada hati yang menjerit tersiksa akan lamunan. Hati itu berteriak benci kepada awan putih yang bermain dengan gelak tawa. Tak pernahkah awan itu memikirkan hati yanng terluka melihat ceria harinya. Ketika hati semakin terpuruk dalam goncangan masalah dan ilusi, tak pernah awan berfikir untuk berhenti bergelut dengan angin.
Hati itu hakikatnya tak membenci awan. Ia hanya ingin awan mengerti keadaannya. Ia ingin awan berubah dan mengikuti persaan hatinya. Ketika ia sedih, awan akan berubah menjadi hitam gelap. Menggambarkan kesedihan yang ia hadapi.
Ketika hati itu jatuh cinta, ia ingin awan berubah bentuk dan berwarna merah jambu untuknya. Ketika ia bingung, awan akan memberikan jawaban kepadanya. Hakikatnya hati tak membenci awan.
Awan di langit tidak pernah tahu apa yang terjadi pada hati. Bahkan sang awan pun tak pernah mengenal hati. Ia tak pernah mendengar, melihat dan merasakan keberadaan hati. Awan hanya sibuk dengan kehidupanya bersama angin dan matahari. Tak pernah ada hati dalam harinya.
Dari kejauhan, hanya hati yang terus memperhatikan awan dengan segal kebencian. Kebenian yang makin hari makin bertambah di dalam hati.

Lapangan HIjau dan Pohon pinus

 


Gadis dengan gaun putih panjang itu merebahkan dirinya di atas lapang hijau ini. Lapangan ini masih sama, dengan rumput hijau menari riang dihembus angin dan pohon pinus di tengah lapangan. Kecuali kesendirian yang merubah suasana lapangan dengan rumput hijau ini.
Pohon pinus mengingatkannya pada hari itu. Ketika pertama kalinya ia mengenal lapangan dengan rumput hijau ini. Hari bermain bersama nyanyian burung dan belaian angin manja. Hari yang kini hanya bisa tinggal dalam ingatan saja.
Gadis itu memejamkan kedua mata sipitnya, membawa kembali kenangan. Kenangan selalu tahu jalan pulang walaupun tanpa petunjuk arah. Dalam hitungan detik, sebuah wajah menari di gelap pejaman mata. Wajah berseri yang sangat ia rindu di saat ini.
Pemilik wajah itu telah mengajarinya menanam pohon. Ini adalah pohon ajaib yang akan mendatangkan kebahagian di setiap helaian daunnya ujar laki-laki paruh baya yang gadis itu panggil dengan sebutan ayah.
Setiap akar akan mencari sumber kebahagian dan membagikannya kepada ranting. Ranting yang selalu berbagi dengan daun yang akan menebarkan kabahagiannya kepada siapapun yang berteduh di bawah rindangnya.
“Ayah, bagaimana wujud kebahagian itu? Bisakah aku menangkap dan menyimpannya dalam sebuah toples?,” pertanyaan lugu gadis kecil dengan hasrat yang membara membawa gelak tawa.
“Dara kecilku, kebahagian bukan hal yang bisa kita genggam dengan paksa. Apa lagi memasukanya ke dalam toples. Itu bukanlah tempat yang cocok untuk kebahagiaan,” dengan lembut ayah gadis itu mencoba menjelaskan.
“Kebahagian hanya dapat disimpan di dalam hati yang jernih. Hati tanpa dendam dan amarah. Di sanalah tempat kebahagian yanng hakiki dara kecilku,” nasihat yang selalu diingat dara kecil hingga ia berubah menjadi seorang gadis dengan sejuta pengetahuan tentang dunia.
Kenangan dan nasihat indah itu, kini ia simpan di dalam hatinya. Menjadi obat penawar ketika rindu datang menyerbu.

Lapangan itu akan tetap dengan rumput hijau dan pohon pinus.

Kanvas Putih


Lihatlah kanvas lusuh di tepi kamar itu. Kanvas itu tak lagi putih. Hari demi hari, warnanya makin gelap dan kelam. Satu titik putih pun tak lagi terlihat. Kanvas itu menjadi bukti perjalanan hidupnya.
Dulu, berbagai warna terlukis di atas kanvas putih polos yang baru. Warna kuning melambangkan keceriannya pada hari-hari itu. Ada biru tanda kedamaian dalam jiwa tenangnya. Merah pun hadir sebagai emosi yang kadang ia luapkan. Warna pelangi selalu ada menghiasi hari-hari bahagianya dulu.
Kanvas putih itu hanya kenangan belaka. Kini, bahkan  setitik warna pun tak bisa lagi dilihat pada kanvas lusuh itu. Hitam, hanya kanvas hitam ang tersisa. Kejam kehidupan membuat warna tersendiri di atas kanvasnya.
Berawal dari satu titik kejahatan. Warna itu terus menyebar dan menutupi seluruh warna yang telah diukirnya dulu. Kini, ia hanya bisa melihat kanvas warna-warni dalam imajinasi saja. Kehidupannya telah tertutupi dengan kejahatan dan kebohongan.
Ia rindu, namun, tak dapat berkata apapun untuk mengembalikan kanvas putih polos barunya.

berani menulis bukti berkarya aku tak menginginkan hal yang muluk menurutku sebenranya aku ingin menjadi pusat seperti dia mempunyai beribu ...